5 Pertanyaan Untuk Dr. Budiman, dr., SpM(K) MKes

Card image

5 Pertanyaan Untuk Dr. Budiman, dr., SpM(K) MKes

 

Berdiskusi dengan Dr. Budiman tentang kecintaannya di bidang oftalmologi dan pengalamannya sebagai ahli bedah katarak dan bedah refraksi.

 

Bagaimana Anda memilih bidang spesialis oftalmologi?

Oftalmologi-lah yang sebenarnya memilih saya. Awal tahun 1993 selesai wajib kerja sarjana sebagai dokter umum, saya berencana untuk mengambil spesialis bedah. Saya berdiri di depan sekretariat Departemen Bedah, seorang senior spesialis mata ada di hadapan saya menyampaikan bahwa Departemen Ilmu Kesehatan Mata membutuhkan lebih banyak lulusan spesialis mata. Pada akhirnya Tuhan membuka pintu Oftalmologi sebagai bidang pilihan yang terbuka luas untuk saya berkarya secara maksimal. Jadi saya mengambilnya sebagai jalan pengabdian. Setelah saya menghabiskan beberapa waktu di Departemen membantu dalam berbagai operasi, memainkan ditangan saya berbagai instrumen bedah katarak maupun LASIK, dan melihat betapa bahagia dan senangnya pasien memiliki penglihatan mereka dipulihkan, saya menemukan arti mencintai pekerjaan. Saat bertemu banyak teman-teman di di bidang spesdialis bedah, saya diingatkan betapa beruntungnya saya menjadi Oftalmolog.

 

Apa yang menurut Anda paling menantang di bidang Anda?

 

Banyak tantangan dalam oftalmologi saat ini. Mengintegrasikan teknologi yang senantiasa berubah dengan cepat, manajemen praktik, mengelola dua eye center dengan ratusan ragam karakter sumber daya manusia dan besarnya investasi adalah masalah besar bagi setiap dokter mata terutama yang bergelut di bidang entrepreneur. Dalam waktu yang sama memikul kewajiban sebagai pendidik di Fakultas Kedokteran, memerlukan kepiawaian manajemen waktu dan leadership diri. Namun, tantangan terbesar yang saya hadapi adalah mengelola dan memenuhi harapan pasien yang semakin tinggi. Saya menghabiskan lebih banyak waktu berbicara dengan pasien tentang apa yang diharapkan dan apa yang tidak diharapkan dari operasi yang direncanakan daripada yang pernah saya lakukan di masa lalu. Saya mengantisipasi hal yang kurang lebih sama baik di bidang bedah katarak maupun bedah refraktif LASIK mutakhir.

 

Apa saran Anda untuk generasi ahli bedah mata berikutnya?

Tuntutan dan harapan pasien kian tinggi di masa kini dan masa yang akan dating. Empat saran terbaik yang saya berikan kepada mereka adalah (1) untuk mencari seorang mentor ahli, seseorang yang mereka hormati dan dengan siapa mereka dapat belajar semakin hebat dan dengan mudah mendiskusikan harapan pasien dan tantangan mereka, (2) untuk mengembangkan dan memelihara jaringan dengan kolega sebaya yang memiliki karakter kuat di bidang keahlian dan pengetahuan oftalmologi. Di masa depan kolaborasi dengan kolega harus lebih mengemuka dibanding sebagai kompetitor, (3) selalu menjadi pionir dalam mengadopsi teknologi baru, dan (4) sisihkan waktu untuk belajar leadership.

 

Di Fakultas Kedokteran, Anda ikut serta dalam perjalanan pendidikan. Bagaimana pengalaman itu memengaruhi Anda?

Ayah saya seorang guru sejati, sehingga separuh usia muda saya berada dalam suasana pendidikan. Dunia pendidikan mengajarkan kepada saya tidak hanya pengetahuan dan keahlian, tapi mendorong kita mempraktekan budi pekerti. Bahwa saya selalu satu bulan lebih dahulu belajar dibanding siswa lain, adalah karena soal bertlatih disiplin untuk selalu mempersiapkan diri lebih awal dalam setiap tugas dan pekerjaan. Disiplin dalam belajar mengajarkan kepada saya arti kesuksesan tidak mungkin diraih tanpa ketekunan dan kesungguhan dalam menjalani tugas hidup. Menjadi ketua berbagai organisasi dengan pertemanan yang luas memengaruhi hidup saya dalam kemampuan berinteraksi dengan berbagai karakter manusia. Pengalaman yang memiliki dampak paling besar adalah sepulang fellowship di Jakarta yang memberi kepada saya wawasan baru arti pelayanan premium kepada pasien dalam sebuah rumah sakit maupun klinik. Semakin memperkuat kecintaan saya untuk menjadi seorang Oftalmolog.

 

Bagaimana rasanya menjadi ahli bedah katarak dan refraktif LASIK yang sudah melayani dan merawat ribuan pasien?

Pertama-tama jangan ingin terkenal secara instan dan mendadak kaya. Membangun reputasi sebagai dokter mata yang dikenal dengan karakter kuat, memiliki pengetahuan luas dibidang subspesialisasi dan senantiasa belajar untuk menjadi sangat ahli di bidangnya; adalah hal yang sangat penting dibanding kekayaan apapun. Pasien adalah manusia, subyek yang kepada mereka harus kita berikan penghormatan melalui keahlian kita. Melayani pasien dengan belas kasih adalah hal utama lain sebagai oftalmolog. Lebih baik memiliki sedikit pasien tapi dapat terlayani secara optimal dengan pelayanan pribadi yang premium, daripada ingin ratusan-ribuan pasien tapi gagal memberi kepada mereka pelayanan dengan keahlian tertinggi. Lebih baik hanya memiliki satu-dua klinik atau rumah sakit mata yang dikelola dengan standar tinggi, daripada memiliki puluhan-ratusan klinik dan rumah sakit mata tapi dikelola secara substandar. Saya harus memiliki mitra kerja, sumber daya manusia, staf struktural dan perawat mata yang istimewa untuk bekerja bersama setiap hari sebagai individu yang paling berdedikasi, fokus, dan profesional yang pernah saya kenal.

Fasilitas


Card image

Lasik


Lasik di Bandung Eye ...

Card image

Kamar Operasi


Teknologi bedah katarak ...